ﻪﺘ ﺎﮐﺮﺒﻮ ﷲ ﺔﻤﺤﺮﻮ ﻢﻜﻴﻟﻋ ﻢﻼﺴﻟﺍ

Selamat Datang di http://nasutions.blogspot.com/
Blog ini hanyalah bersifat pribadi dan dibuat juga sekedar iseng sambil belajar, jadi sangatlah wajar jika isinya hanya sebatas ilmu penulis yang sangat sedikit. Semua ini hanya mengisi waktu luang disamping kesibukan bekerja dan dorongan kewajiban untuk berda'wah meski hanya satu ayat, mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca dan penulisnya, Amin ya Arhamarrohimin.
"Saran serta kritik membangun sangat kami harapkan dari pengunjung".
Hak Cipta Sepenuhnya milik Allah SWT, Wassalam.

Kamis, Maret 27, 2008

Maulidil Rosul (Lanjutan)


Sesampainya Nur Muhammad itu pada nabi Ibrahim, selanjutnya turunlah Nur itu kepada Nabi Isma'il AS (yang tinggal di Makkah, sedang saudaranya Ishak AS menurunkan Nabi-nabi bani Israil hingga ke Nabi Isa AS), kemudian ke Adnan, Mu'ad, Nizar, Mudar, Ilyas, Mudrika, Khuzaima, Kinanah, Al-Nadr (Al-Quraysh), Malik, Fihri, Gholib, Luay, Kaab, Murrah, Kilab (Bertemu Silsilah Nabi dengan Ibunya Aminah), Qusai, Abdul Manaf, Hasyim, Abdul Mutholib, Abdullah (bapak Nabi kita Muhammad SAW).

Kota Makkah Sebelum Islam (Jaman Jahiliyah)


Kota Makkah terletak disemenanjung Arab, yang sekarang ini berwatas kepada :

- Disebelah Utara dengan Negara Iraq, Jordania dan Palestina
- Diselah Selatan dengan Negara Yaman dan Oman
- Sebelah Timur dengan Teluk Parsi
- Sebelah Barat dengan Laut Merah

Kota Makkah selalu ramai dengan kehadiran pedagang-pedagang Arab waktu itu sebab Makkah merupakan jalur Lintasan perdagangan dari Negeri Yaman ke Syam (Sirya, Jordan dan Palestina sekarang). Disamping itu Kota Makkah ramai dikunjungi karena Ka'bah adalah tempat orang beribadah waktu itu dan sudah dipakai untuk tawaf, baik oleh penduduk Makkah ataupun penduduk luar Makkah. Adapun cara beribadat penduduk Makkah pada mulanya adalah mengikuti syariat yang dibawa oleh Nabi Allah Ibrahim AS, yang diteruskan oleh anaknya Ismail AS yang melahirkan suku Jurhum sebagai penduduk kota Makkah.
Namun perlahan-lahan setelah Nabi Ismail AS, syariat agama Tauhid tersebut banyak dinodai oleh pemikiran-pemikiran yang pada akhirnya menyimpang dari ajaran Tauhid. Sehingga Ka'bah akhirya dipenuhi oleh patung-patung sembahan, dimana yang tertinggi adalah patung Latta dan Uzza.
Dari menyembah Allah SWT, penduduk Makkah akhirnya banyak yang menyembah patung yang mana mereka berpendapat, bahwa untuk menyembah Allah tidaklah bisa secara langsung tetapi lewat perantaan patung-patung yang dibuat oleh mereka sendiri dari bahan kayu, tanah, loyang dan sebagainya.
Disamping itu ada juga agama Jahudi dan Nashroni yang dibawa oleh penduduk Palestina ke Tanah Arab pada waktu itu. Sebagaimana kita ketahui bahwa agama Jahudi dahuluya adalah bersumber kepada kitab Taurat dan Agama Nashrani bersumber kepada kitab Injil, namun sebagaimana yang kita dapati belakangan ini Agama Tauhid yang dua inipun sudah jauh melenceng dari Agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Allah Musa AS dan Nabi Isa AS. Agama Jahudi mempertuhankan Nabi Uzair dan Agama Nashrani mempertuhankan nabi Isa AS. Orang-orang Jahudi dan Nashroni waktu itu sering memberikan kabar gembira kepada penduduk Tanah Arab akan kedatangan Nabi yang terakhir yang bernama Ahmad sebagaimana tertulis di dalam Kitab Injil.
Zaman itu disebut dengan zaman Jahiliyah atau lebih populernya dalam bahasa kita adalah Jaman Kebodohan, sebab waktu itu tidaklah ada pemimpin sebagaimana yang kita temui sekarang ini, dan yang ada hanyalah kekuasaan. Siapa yang kuat dia yang berkuasa, harga nyawa sudah tidak ada artinya, minuman keras (arak) jadi santapan sehari-hari, membunuh dan berzina adalah bagian dari kehidupan. Sampai-sampai kehadiran seorang anak perempuan didalam keluarga adalah aib dan harus langsung dikubur hidup-hidup atau jika tidak akan membawa malu bagi keluarga.
Manusia diperdagangkan tidak ubahnya seperti hewan, budak bertebaran dimana-mana, yang selalu diperintah oleh tuannya menurut hawa nafsu belaka. Wallohu A'lam (bersambung).