ﻪﺘ ﺎﮐﺮﺒﻮ ﷲ ﺔﻤﺤﺮﻮ ﻢﻜﻴﻟﻋ ﻢﻼﺴﻟﺍ

Selamat Datang di http://nasutions.blogspot.com/
Blog ini hanyalah bersifat pribadi dan dibuat juga sekedar iseng sambil belajar, jadi sangatlah wajar jika isinya hanya sebatas ilmu penulis yang sangat sedikit. Semua ini hanya mengisi waktu luang disamping kesibukan bekerja dan dorongan kewajiban untuk berda'wah meski hanya satu ayat, mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca dan penulisnya, Amin ya Arhamarrohimin.
"Saran serta kritik membangun sangat kami harapkan dari pengunjung".
Hak Cipta Sepenuhnya milik Allah SWT, Wassalam.

Jumat, November 02, 2007

Tafaqqur (Tasauf-6)

Didalam Agama Islam, kita sekalian dalam hidup ini diwajibkan / disuruh untuk tafaqqur / berfikir, karena dengan banyak berfikir akan mendatangkan 2 (dua) ilmu yang sangat bermanfaat, yaitu :
  1. Kita bisa mengambil iktibar bahwa semua yang kita saksikan dalam alam ini akan binasa. Dengan bahasa lain kita akan melihat bahwa alam ini adalah Baharu, dan hal ini dapat kita saksikan pada perubahan / pertukaran bentuk dan kejadian makhluk dan dengan demikian kita akan mengambil kesimpulan bahwasanya "Setiap setiap yang berubah adalah Baharu".
  2. Dengan banyak berfikir dan membaca alam ini semakin tumbuh rasa Cinta kepada PenciptaNya, contoh : Kita melihat diri kita yang sekarang, membandingkan dengan yang dahulu ataupun mereka-reka bentuk kita nanti pada saat tua bahkan setelah kita nanti menghadap Allah SWT (mati).

Hal-hal yang harus kita fikirkan antara lain :

  • Tuhanmu (dengan segala kebenaranNya).
  • Dirimu
  • Dan lain-lain di alam jagad ini

Kita diwajibkan untuk menghafal dan mengkaji semua Sifat Allah asal tidak mengkaji Zat (IzzatiNya) sebab jalan kesana tidak akan dibukakan oleh Allah SWT kepada kita dengan kata lain otak manusia tidak akan sampai kesana dan hal ini (Pengetahuan akan Zat Allah) akan dibatasi oleh sifatnya yang 4 (empat), yaitu : Mukholafatuhu Lil Hawadist. Seandainya ada seseorang yang mengatakan akan hal itu, maka yang dikatakannya itu adalah dusta. Selain dari Zat Allah SWT (alam dan segala isinya) boleh kita fikirkan / pelajari, misalnya pergantian siang dan malam, tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang ada dialam ini adalah merupakan bahan daripada Tafaqqur.

Dengan mempelajari akan diri kita, maka kitapun akan tahu dengan sendirinya Tuhan kita dimana Rasulullah SAW bersabda : "Siapa yang tahu akan dirinya, maka kenallah ia akan Tuhannya". Pendahulu-pendahu kita (Dari para Rasul, sahabat, Tabi'it Tabi'in, Tabi'in dst) selalu memnyempatkan diri untuk berfikir, dan dengan berfikir itu akan menimbulkan dua hal yang sangat berguna bagi kehidupan manusia ini :

  • - Lajunya Otak
  • - Menerangi Hati

Dalam Surah Ali Imran dapat kita lihat orang-orang yang ber Tafaqqur :

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.
192. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
193. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", Maka Kamipun beriman. Ya Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

Wallohu A'lam