ﻪﺘ ﺎﮐﺮﺒﻮ ﷲ ﺔﻤﺤﺮﻮ ﻢﻜﻴﻟﻋ ﻢﻼﺴﻟﺍ

Selamat Datang di http://nasutions.blogspot.com/
Blog ini hanyalah bersifat pribadi dan dibuat juga sekedar iseng sambil belajar, jadi sangatlah wajar jika isinya hanya sebatas ilmu penulis yang sangat sedikit. Semua ini hanya mengisi waktu luang disamping kesibukan bekerja dan dorongan kewajiban untuk berda'wah meski hanya satu ayat, mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca dan penulisnya, Amin ya Arhamarrohimin.
"Saran serta kritik membangun sangat kami harapkan dari pengunjung".
Hak Cipta Sepenuhnya milik Allah SWT, Wassalam.

Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 20, 2007

Haji (Antara Perintah dan Panggilan)


Pada minggu-minggu ini, saudara-saudara kita se aqidah sudah banyak yang berangkat menuju Baitullah dari segala penjuru dunia, semua ini tidak lain adalah untuk melaksanakan Rukun Islam yang terakhir yaitu "Ibadah Haji". Haji menjadi rukun Islam karena perintah Ibadah Haji sudah termaktub dalam Al-Qur'an dan Hadist Rasulullah SAW dengan persyaratan "Manistatho'a ilaihi sabila" Barang siapa yang sanggup untuk melaksanakan perjalanan kesana dengan kata lain : Sehat Jiwa dan Raga serta ada kesanggupan dalam hal materi (cukup ongkos dan biaya orang-orang yang kita tinggalkan yang menjadi tanggungan kita dalam hal ini adalah keluarga).
Meski Ibadah Haji adalah Rukun Islam namun penulis amati masih banyak juga saudara kita yang tidak mau untuk melaksanakan perintah tersebut dengan berbagai alasan klasik yang saya dengar, diantaranya :
  • Belum Ada Panggilan
  • Bukankah Panggilan untuk melaksanakan ibadah haji sudah ada sejak Al-Qur'an diturunkan? hingga Ibadah haji menjadi Rukun Islam?
  • Takut belum bisa menjadi seorang Haji
  • Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan, yang penting kita berusaha jika sepulangnya dari sana nanti amalan serta tingkah laku kita jauh lebih baik dibandingkan sebelum kita menjadi seorang Haji dan seminimalnya yang kita dapatkan kewajiban kita sudah gugur dan kita tidak termasuk orang yang melalaikan kewajiban disisi Allah SWT.
  • Takut nanti tidak bisa pulang lagi (mati)
  • Ketakutan seperti ini juga sangat tidak masuk akal, bukankah dimanapun kita berada jika ajal sudah datang malaikat maut akan tetap menjemput ? (lihat surah Al-Jum'ah ayat 8) "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka kematian itu akan menemui kamu..."
  • Tidak Bisa Membaca Qur'an / Bahasa Arab
  • Sebagian besar jamaah (khususnya Indonesia) tidaklah bisa berbahasa Arab, kita tinggal menghafal yang wajibnya saja dan tidak membutuhkan waktu yang lama (paling2 1 minggu sudah hafal). Dan bukankah setelah kembali nanti kita akan terpacu untuk belajar membaca al-qur'an karena kita sudah haji? Dan bukankah hal ini juga merupakan suatu kemajuan dalam kehidupan kita? Saya punya kawan yang sudah berumur 54 tahun, dan beliau sama-sekali tidak tahu huruf hijaiyah, namun berkat ketekunannya serta hidayah dari Allah SWT sekarang kawan saya tersebut sudah bisa membaca Al-Qur'an meski belum fasih betul.
  • Takut Akan Jatuh Miskin karena ongkos ke sana 30 jt
  • Yang ini susah untuk dibahas karena org ini perlu diberi pengertian dan pendalaman agama.

Berikut beberapa kisah yang penulis temui, moga2 jadi bahan untuk memacu semangat kita melaksanakan ibadah haji.

  1. Dikampung saya ada seorang guru mengaji yang hidupnya pas-pasan, tetapi niatnya untuk melaksanakan ibadah haji tetap tertanam dalam hati, hingga suatu saat dia dapat petunjuk untuk hijrah meninggalkan kampung kami dan pergi menjadi guru mengaji ke kampung Transmigrasi dan rupanya disana Allah SWT membukakan pintu rezeki baginya dan sekitar 4 tahun menjadi guru disana, maka jamaah sepakat untuk menyumbang dana guna ongkos beliau untuk naik haji, dan sekarang guru itu sudah menjadi haji.
  2. Disebuah Masjid di Pekanbaru saya menemui seorang Imam masjid yang pergi menunaikan haji juga karena urunan jamaahnya, dan dalam sambutannya ketika beliau mengadakan sedikit syukuran sebelum berangkat, maka beliaupun berkata : "Kalaulah dihitung dengan matematika maka saya ini tidaklah ada artinya", dan ketika bersalaman dengan beliau serta saya cium tangannya maka beliau langsung memeluk saya serta menangis dan berpesan kepada saya bahwa selama beliau melaksanakan ibadah baji, tolong bantu masjid ini agar jamaah tetap berjalan dan penulis mengiyakan sembari menagis juga. -nst-

Haji (Antara Perintah dan Panggilan)

Perintah untuk melaksanakan ibadah haji adalah Rukun Islam yang terakhir dan dasar untuk perintah ini termaktub dalam Al-Qur'an dan hadist nabi SAW dengan persyaratan yaitu "Manistatho'a ilaihi sabila", bagi siapa yang sanggup untuk melaksanakan perjalanan ke Baitullah : - Sehat Jasmani & Rohani

- Ada kesanggupan dalam hal materi.

Namun meski demikian sangat sering penulis dengar dari orang-orang lain yang secara materi sudah sanggup dan sehat jasmani dan rohani dan kebanyakan dari alasan yang mereka kemukakan adalah "Belum ada panggilan", padalah panggilan sudah ada sejak Al-Qur'an diturunkan, hal ini sebenarnya hanyalah sebuah alasan klasik untuk membenarkan pendapatnya. Lain halnya dengan Udin (kawan saya) beliau mengatakan belum siap untuk jadi ustad sekembalinya dari sana nanti, saya bilang kita tidak harus menjadi ustad namun perbaikan diri dari yang dahulu hingga kita disebut haji itupun sudah meningkatkan amalan namanya.